Coding di SDN Sukabumi 2, Kecil-Kecil Jadi Programmer


Ditulis Oleh :


Probolinggo, (Humas Sekolah) Kurikulum Merdeka merupakan satu–satunya kurikulum yang menghadirkan secara gamblang dan jelas terkait grand-mapping berkaitan dengan upaya pemberdayaan pelajar yang mencerminkan kepribadian Pancasila. Hal ini terbukti dengan adanya program Profil Pelajar Pancasila.

Mungkin gambar teks

Salah satu diantaranya yakni tema yang berkaitan dengan “Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun”

Mungkin gambar video game dan teks

SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo sebagai lembaga pendidikan berperan aktif membangun konsep berpikir komputasional peserta didik sebagai generasi penerus. Khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD), penerapan program coding diimplementasikan dalam pembelajaran informatika dan pilihan ekstrakurikuler.

 

“Penerapan coding jenjang SD bertujuan memberikan fondasi berpikir komputasional (computational thinking) yang merupakan kemampuan problem solving dan keterampilan yang penting serta dibutuhkan dalam perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Peserta didik ditantang untuk menyelesaikan persoalan komputasi yang berkembang. Lewat pembelajaran coding, peserta didik dapat menciptakan, merancang, dan mengembangkan karya berupa artefak komputasional (computational artefact) dalam bentuk algoritma, program, atau aplikasi.” jelas Riana, Kepala SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo.

Mungkin gambar teks

SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo mengajarkan peserta didik coding agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu menyadari perannya sebagai problem solver yang menguasai konsep inti (core concept) dan terampil dalam praktik (core practices) menggunakan serta mengembangkan ilmu coding. Coding juga mampu meningkatkan kemampuan peserta didik dalam logika dan analisis serta mendukung terlaksananya proses berpikir 4C (Critical Thinking, Creative and Innovative, Communication, dan Collaboration). Coding berkontribusi dalam memampukan peserta didik menjadi generasi muda yang bernalar kritis, mandiri, dan kreatif melalui penerapan berpikir komputasional (computational thinking).

 

Samsul Badrus Saleh, yang menjadi penanggung jawab dalam computer science di SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo menjelaskan bahwa pada umumnya, banyak pendidik dan orang tua memiliki persepsi bahwa belajar coding itu adalah hal yang sulit dan hanya untuk pelajar di tingkat universitas. Para pendidik dan orang tua dapat mulai mendukung pembelajaran computer science di jenjang K-12 (TK, SD, SMP, dan SMA) sehingga dapat mengubah paradigma belajar coding dari sulit menjadi tidak sulit. Selain itu, coding juga dapat memberikan manfaat lain pada anak jika mulai diajarkan sejak usia dini.

 

“Saat menjalankan pelajaran computer science di SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo, pendidik tetap menerapkan pedagogi di mana seorang guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung siswa untuk menentukan jalan belajar dan mengembangkan dirinya menggunakan ilmu komputasi yang telah dibekali. Dengan metode ini, siswa SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari secara mandiri untuk membuat program yang relevan sesuai dengan kebutuhannya,“ tutur Samsul.

 

“Dengan menerapkan computer science sebagai alat untuk belajar dan berekspresi dalam berbagai disiplin ilmu dan minat, siswa akan berpartisipasi aktif dalam dunia yang semakin dipengaruhi oleh teknologi,” tambah Samsul.

 

Pada akhirnya, melalui pembelajaran Coding sejak dini SD Negeri Sukabumi 2 Kota Probolinggo turut serta membangun generasi muda harapan bangsa yang cakap digital dan memiliki karakter baik. (Abz)

 

#MerdekaBelajar

#ProfilPelajarPancasila

#sdnsukabumi2kotaprobolinggo

#sekolahJUARA

#jujurunggulagamisrajinamanah

#GIATSD

#DirektoratSekolahDasar

#SekolahDasar

#CerdasBerkarakter